Tips dan Trik Cara Menjawab Pertanyaan Kapan Menikah

Saturday, February 14th - Lifestyle

Kapan nikah? Kapan kawin? Kapan merid? Kapan Married? Udah punya calon belum? Yuk buruan nyusul ke pelaminan? Teman-teman yang lain sudah pada nikah dan punya anak, kamu kapan nyusul? Nunggu apa lagi nih kok masih belum nikah-nikah juga? Nggak usah suka pilih-pilih, daripada nanti nggak laku dan nanti nggak laku gimana?

Mungkin diantara kita ada yang mengalami saat orang-orang di sekitar kita mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti diatas. Perasaan pun bisa menjadi jengkel dan tak karuan. Pastinya menyebalkan bukan? Apalagi kalau kita seorang jomblo tulen dengan usia yang tak lagi muda hehehe.. cara menjawab pertanyaan kapan kawin

Baca juga: Tips Cara Menghadapi Wanita Yang Menangis

Saat umur sudah dianggap matang untuk menikah, biasanya kita akan mendapatkan pertanyaan atau anjuran dan desakan untuk segera berumahtangga. Apalagi saat kita berada di sebuah kondangan atau acara resepsi pernikahan seseorang maupun saat lebaran dan lainnya. pasti akan ada saja pertanyaan-pertanyaan usil mengenai “kapan menikah”. Sekali duakali nggak jadi masalah, namun jika ditanya berulang kali, haduh bikin jengkel saja.

Tips Cara Menanggapi dan Jawab Pertanyaan Kapan Kawin

Berikan Senyuman Manis
Sebuah senyuman dapat memberikan banyak arti dan makna. Jika kita sedang malas dalam menanggapi pertanyaan yang menganjurkan untuk segera menikah, cukup berikan sedikit senyuman. Alih-alih untuk meluapkan perasaan bete, mendingan tersenyum. Toh senyuman merupakan obat awet muda. 😀

Dengan tersenyum menjadikan hati lebih terasa tenang. Biarkanlah orang berkata apa saja. Kita mempunyai hak dalam menjalani arah hidup. Jodoh memiliki misteri tersendiri. Kalau memutuskan ke pelaminan hanya untuk membahagiakan orang lain, nanti malah kita sendiri yang menderita.

Bertanya Balik
Seorang teman yang sudah menikah tapi belum memiliki momongan bertanya “Kapan nikah?” Jika berani, kita dapat bertanya balik “kapan punya anak”? Sebuah pertanyaan dengan kata “kapan” memang bisa menjadi begitu menjengkelkan. Seakan-akan hidup kita selalu dikejar target yang ditentukan oleh orang lain xixixi..

Ketika sudah capek meladeni, kita bisa juga mengungkapkan pertanyaan baru kepada lawan bicara. Tidak apa-apa jika sama-sama merasakan perasaan tak enak. Apa boleh buat. Jika memang belum tiba waktunya menikah serta belum pula menemukan pasangan yang sesuai, kan tidak harus memaksakan diri. Lagipula bukan orang lain yang menjalani, tapi diri kita sendiri.

Berikan Jawaban Bijak
Sesekali tidak ada salahnya bersikap lebih tegas kepada orang rempong yang gemar campur tangan dalam hidup kita. Saat dia menanyakan “kok masih belum merid?” Kita dapat mengatakan jawaban yang bijak ataupun katakanlah sok bijak. 😀 Misalnya saja seperti “jodoh akan datang pada saat yang tepat”. “Nanti akan tiba saatnya”. “Jodoh di tangan Tuhan, rahasia Tuhan tentang jodoh pasti lebih indah dari rencana kita sendiri”. “Menjalin rumah tangga itu sekali seumur hidup, nggak bisa sembarangan memutuskan asal nikah saja”.

Terkadang tak gampang memberikan jawaban bijak bagi orang yang menanyakan kapan kita kawin. Kalau memang sudah terlalu kesal dengan sikapnya, berikan penjelasan walau dengan sedikit rasa jengkel. 😀 Terutama yang bertanya ialah orang yang sama dan itu-itu melulu.

Bersikap Cuek
Kita bisa mencoba bersikap cuek agar tidak terus menerus diganggu dengan pertanyaan kapan akan menikah. Ini merupakan cara kita dalam memperlihatkan rasa kurang suka dan kesal kita pada penanya.

Akan tetapi hati-hati juga jangan sampai menyinggung hati dan perasaan lawan bicara kita. Sesekali kita dapat menyelingi dengan nada bercanda. Pastikan juga orang lain tahu jika kita tak nyaman bila dicecar dengan pertanyaan soal menikah.

Doakan Saja Ya
Ini dia jawaban yang paling aman dan sering digunakan dalam menanggapi pertanyaan “kapan married?” Ketika orang bertanya dan mendesak untuk menikah, tanggapi saja dengan, “Doain aja ya”. Jawaban sederhana bermanfaat ganda. Yah, hitung-hitung untuk mempercepat ketemunya jodoh kita. Semakin banyak yang mendoakan, tentu saja semakin banyak pula hal baik akan terjadi dalam kehidupan kita.

Banyak diantara kita yang pernah berada pada situasi seperti ini. Teman-teman sudah banyak yang menikah sementara kita belum menemukan pasangan yang cocok. Usia sudah cukup matang, pekerjaan pun sudah bagus. Namun orang-orang mendesak kita supaya segera ke pelaminan. Saat-saat kondisi demikian, banyak berdoa dan bersikap ikhlas merupakan hal yang terbaik. Walaupun jodoh tak lari kemana, kita wajib tetap berusaha dan bersemangat. 😀

Pasang Wajah Serius
Pernikahan merupakan urusan serius dan bukan main-main. Untuk itu kita bisa mencoba memasang tampang serius saat ditanya kapan nikah. Kita hanya perlu menunjukkan ketegasan tanpa harus banyak berkomentar. Seandainya si penanya sadar diri, dia akan tahu cara memposisikan dirinya saat itu. Sampaikan dengan bahasa tubuh jika sang penanya tidak berhak terlalu mengurusi hidup kita.

Pergi Meninggalkan Si Penanya
Jika tak tahan lagi dengan serbuan pertanyaan-pertanyaan seperti itu berulangkali dan terasa tersiksa tiap kali ditanya mengenai pernikahan, kita dapat memilih untuk meninggalkan si penanya. 😀 Tentunya menghindar untuk ketenangan diri dan agar dapat berdamai dengan diri kita sendiri.

Demikian tips dan trik cara menghadapi pertanyaan kapan menikah. Yang perlu diperhatikan adalah lihat dulu siapa lawan bicara kita. Dengan begitu kita dapat tahu jawaban apa yang kira-kira dapat kita pergunakan. Jangan sampai nanti malah ribut hanya gara-gara pertanyaan kapan merid, kan lucu. Akhir kata mudah-mudahan para jomblo baik jomblowan maupun jomblowati dapat segera menemukan jodoh yang sesuai dan tepat. Dan yang sudah mendapatkan pasangan semoga nanti rumah tangganya bahagia, Amin.

/* */